memilih notebook (laptop) studi kasus VGA
Jogja. Kalangan mahasiswa dan kalangan pelajar pada saat ini sudah menggap notebook atau dulu lazim dikenal dengan laptop menjadi barang yang tidak mewah lagi, terbukti dengan ditemukannya para mahasiswa yang gemar nongkrong di selasar atau hall di kampus mereka dimana tersedia hotspot atau kawasan akses internet.
Bersamaan dengan itu muncul juga notebook rakitan dalam negeri murah seperti forsa, zyrex (pemain lama), axioo, byon, dan sebagainya. Bahkan forsa berani menjamin 2 tahun garansi...
Permasalahannya bagaimana memilih notebook yang murah dan berkualitas? Berhubungan dengan ini kita juga harus mendefinisikan apa kebutuhan kita. Ternyata untuk masalah ngenet, ngetik, nge-multimedia, nge-game dan nge-MP3-an nggak membutuhkan prosesor yang tinggi, hanya tambah memori aja lancar dah (1G atau 2G cukuplah :P).
Permasalahan berikutnya ada pada kemampuan grafis dari notebook kita. Pada umumnya yang nempel di notebook khususnya intel prosesor adalah Intel Graphics Media Accelerator (GMA) 900-an. Berbeda dengan AMD prosesor yang memakai ATI Mobility Radeon atau NVIDIA GeForce Go yang terkenal pada jajaran PC Desktop (komputer yang gede).
Pada pengujuan dengan 3DMark03 Intel Graphics Media Accelerator (GMA) 900-an hanya mendapat ratusan point, bahkan tidak sampai 200. Berbeda dengan NVIDIA GeForce Go 7300 yang dapet 700 point atau ATI Mobility X1100 yang dapet 1330 point. Perbedaan yang sangat signifikan bukan?
Akan tetapi selain prosesor dan grafis card banyak yang perlu diperhatikan seperti bentuk (bagi yang suka "pasionabel"), material bodi, besarnya space hardisk, berat badan, lubang saluran udara, atau mungkin yang terpenting yaitu kemampuan batre (namanya barang mobile). Maka keputusan membeli adalah kembali pada konsumen senditi met berburu notebook....
sumber:
forum.hyem.org
www.notebookcheck.net/ATI-Radeon-Xpress-1100.2174.0.html